Renungan Kristen

Hidup dalam kemerdekaan

Galatia 5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Hari ini kita memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-66. Artinya sudah 66 tahun indonesia lepas dari perbudakan penjajah. Namun sangat disayangkan, meskipun sudah 66 tahun kita lepas dari perbudakan penjajahan Belanda, kita masih belum sepenuhnya lepas dari perbudakan kemiskinan, terlebih lagi perbudakan dosa. Kita masih belum merdeka dari perbudakan dosa, itu di buktikan dengan masih bertumbuh suburnya korupsi.
Korupsi sudah hal yang umum di bicarakan, bukan hal yang rahasia dan tabu lagi. Pelaku korupsi dengan bangganya tampil dan menampilkan diri di media massa, tidak ada rasa malu lagi. Mungkin mereka bangga dengan perbuatan-perbuatan mereka. Jadi benarlah apa yang firman Tuhan katakan dibawah:

Filipi 3:18-19 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

Demi perut mereka melakukan apapun bahkan mengambil yang bukan menjadi hak mereka. Bukan hanya itu, malahan mereka merasa bangga dengan itu. Mereka bangga dengan hal-hal yang seharusnya adalah suatu yang memalukan. Itulah kehidupan orang-orang yang belum mengecap kemerdekaan, yaitu kemerdekaan dari budak dosa dan kemerdekaan dari karakter budak.

Seorang budak tidak akan pernah merasa malu atas  apa yang di kerjakannya. Budak akan tetap  melakukan apa yang diperintahkan tuannya walaupun itu hal yang memalukan sekalipun. Jadi, mari perhatikan hidup kita, apakah kita pernah atau bahkan masih bangga dengan sesuatu yang seharusnya adalah hal-hal yang memalukan? Bila ya, berarti kita harus segera memproklamirkan diri dari hal tersebut dan hidup dalam kemerdekaan.

Sebagai orang Kristen kita patut bersyukur karena kita telah mempunyai seorang pembebas yang mampu membebaskan kita dari perbudakan dosa. Pembebas itu adalah Yesus Kristus. Tuhan Yesus telah menebus dan memerdekakan kita dengan bayaran yang sangat mahal, yaitu darahnya sendiri. Oleh sebab itu, sekarang kita adalah orang-orang merdeka. Sebagai orang merdeka, jangan lagi mau dijajah dan di perbudak oleh dosa. Jangan lagi hidup di dalam lumpur dosa, karena sebagai orang-orang merdeka, kita akan memperoleh hadiah yaitu kehidupan yang kekal

Roma 6:22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

Tuhan Yesus memberkati.