Renungan Kristen

Memiliki Doa yang berkuasa

Memiliki Doa yang berkuasa

Yakobus 5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Setiap orang pasti memiliki kerinduan agar setiap doa yang dipanjatkan mempunyai kuasa yang besar. Tidak seorangpun ingin setiap doa yang dipanjatkan hanyalah seruan-seruan kosong yang tidak memiliki kuasa apapun. Oleh sebab itu kita bersyukur karena melalui ayat diatas Tuhan mengungkapkan bagaimana kita memiliki doa yang berkuasa yaitu doa yang menghasilkan mujizat dan dalam ayat ini setidaknya ada empat hal yang harus kita lakukan agar doa kita memiliki kuasa, yaitu:

1.Saling mengaku dosa.
Dosa menyebabkan kita terpisah dan putus hubungan dengan Allah. Dosa membuat doa kita tidak di dengar oleh Tuhan. Hal itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

Yesaya 1:15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.

Yesaya 59:1-2 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Dengan jelas dalam kedua ayat ini kita melihat bahwa dosa adalah penghalang bagi jawaban doa. Dosa membuat Tuhan tidak mau mendengar serua-seruan doa kita. Sekeras apapun kita berseru, jika kita masih hidup dalam dosa maka Tuhan tidak akan membuka telinganya. Oleh sebab itu sebelum memanjakan doa, kita harus berdamai dengan Tuhan terlebih dahulu dengan mengakui segala dosa dan bertobat. Tuhan kita adalah Bapa yang penuh kasih, jika kita mengakui segala dosa kita maka Tuhan akan mengampuni dan membenarkan kita.

I Yohanes  1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

2.. Saling mendoakan
Langkah kedua yang harus kita lakukan adalah saling mendoakan. Saling mendoakan menunjukkan adanya kesepakatan dan kesatuan hati. Kesepakatan dan kesatuan hati mendatangkan berkat Tuhan. Hal itu dapat kita baca dalam mazmur 133 dibawah.

Mazmur 133:1-3 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Dan bukan hanya itu, kesepakatan dan kesatuan hati bukan hanya mendatangkan berkat saja tetapi membuat Doa kita dikabulkan oleh Tuhan.

Matius 18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

3. Hidup dalam kebenaran.
Yang dimaksud dengan hidup dalam kebenaran adalah hidup dalam kebenaran firman Tuhan. Orang yang hidup dalam firman Tuhan berarti tidak hidup dalam dosa. Orang yang tidak hidupdalam dosa akan mendapat perlakuan dan perhatian khusus dari Tuhan. Setiap doanya pasti akan di dengar oleh Tuhan.

Saudaraku, hal pertama yang harus kita perhatikan bukan jawaban doa melainkan apakah doa kita di dengar oleh Tuhan. Doa yang tidak didengar oleh Tuhan pasti tidak akan mendapat jawaban. Oleh sebab itu agar doa kita mendapat jawaban maka doa kita harus di dengar oleh Tuhan. Agar doa kita didengar oleh Tuhan maka kita harus hidup sesuai kehendak Tuhan yaitu hidup dalam firman Tuhan.

4. Berdoa dengan yakin dan tidak ragu.
Yang dimaksud dengan berdoa dengan yakin adalah berdoa dengan sungguh-sungguh dan dalam iman. Doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh dan dalam iman pasti akan menghasilkan mujizat. Elia adalah contoh yang dapat kita lihat dalam hal ini. Dia adalah manusia biasa sama seperti kita, akan tetapi setiap doanya selalu dikabulkan oleh Tuhan. Mengapa? Itu karena Elia sungguh-sungguh berdoa. Bukan hanya dalam perkataannya, dalam sikap berdoapun Elia sungguh-sungguh. Ia berdoa dengan  sikap menyembah dan merendahkan diri dihadapan Tuhan. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah.

I Raja-Raja 18:42 Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.

Keyakinan dan kesungguhan dalam berdoa sangat menentukan jawaban doa kita. Doa orang yang tidak yakin dan ragu-ragu tidak akan menghasilkan apapun. Hal itu dapat kita lihat pada ayat dibawah.

Yakobus 1:6-7 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.

Oleh sebab itu berdoalah dengan yakin dan dalam iman, maka mujizat pasti terjadi.

Dan sebagai kesimpulan, ada empat hal yang harus kita lakukan agar doa memiliki kuasa yaitu saling mengaku dosa, saling mendoakan, hidup dalam kebenaran dan berdoa dengan yakin dan tidak ragu maka doa yang kita panjatkan bukan hanya menjadi seruan-seruan kosong yang bergema di udara melainkan doa yang berkuasa dan menghasilkan mujizat. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.